ABSTRAK
Salah satu topik terhangat
Information and Communication Technology (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
saat ini adalah cloud computing. Teknologi cloud computing dihadirkan sebagai
upaya untuk memungkinkan akses sumber daya dan aplikasi dari mana saja melalui
jaringan Internet, sehingga keterbatasan pemanfaatan infrastruktur ICT yang
sebelumnya ada dapat diatasi. NIST mendefiniskan Clud Computing adalah sebuah
model untuk kenyamanan, akses jaringan on-demand untuk menyatukan pengaturan
konfigurasi sumber daya komputasi (seperti, jaringan, server, media
penyimpanan, aplikasi, dan layanan) yang dapat dengan cepat ditetapkan dan
dirilis dengan usaha manajemen yang minimal atau interaksi dengan penyedia
layanan. Pembahasan paper dimulai dengan uraian dari beberapa pendapat dan
penelitian terdahulu tentang teknologi cloud computing, selanjutnya ditinjau
kelebihan dan kekurangan yang dapat ditimbulkan atas implementasi cloud
computing. Pembahasan diakhiri dengan kesimpulan apakah cloud computing
merupakan solusi ICT ? dan saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan
penguna dalam implementasi cloud computing
Kata kunci : ICT, cloud,
computing, internet
Pendahuluan
1.
Sejarah
Cloud Computing
Cloud Computing dimulai pada tahun 1960
berawal dari pemikiran seorang pakar komputasi dan kecerdasan
buatan dari MIT, yang berbunyi “Suatu hari
nanti, komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti halnya listrik dan
telepon.” (John McCarthy)..
Kemudian berlanjut pada tahun
1995 Larry Ellison, pendiri perusahaan Oracle. Dia mengungkapkan bahwa “Network
Computing, ide ini sebenarmya cukup unik dan sedikit menyindir perusahaan
Microsoft pada saat itu. Intinya, kita tidak harus “menanam” berbagai perangkat
lunak kedalam PC pengguna, mulai dari sistem operasi hingga perangkat lunak
lainnya. Cukup dengan koneksi dengan server dimana akan disediakan sebuah
environment yang mencakup berbagai kebutuhan PC pengguna.”
Pada akhir era-90, lahir konsep
ASP (Application Service Provider) yang ditandai dengan kemunculan perusahaan
pusat pengolahan data. Ini merupakan sebuah perkembangan pada kualitas jaringan
komputer. Akses untuk pengguna menjadi lebih cepat.
Pada tahun 2000, Marc Benioff
yang merupakan wakil presiden perusahaan Oracle ini mengungkapkan bahwa
“salesforce.com ini merupakan sebuah perangkat lunak CRM dengan basis SaaS
(Software as a Service).” Tak disangka gebrakan ini mendapat tanggapan hebat.
Sebagai suksesor dari visi Larry Ellison. Dia memiliki sebuah misi yaitu “The
End of Software”.
Pada tahun 2005 hingga sekarang,
Cloud Computing sudah semakin meningkat popularitasnya, dari mulai penerapan
sistem, penggunaan nama dan lain – lain. Amazon.com dengan EC2 (Elastic
Computer Cloud), Google dengan Google App. Engine, IBM dengan Blue Corf
Initiative dan sebagainya. Perhelatan Cloud Computing meroket sebagaimana
berjalannya waktu. Dan sekarang, sudah banyak sekali pemakaian sistem komputasi
itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan
beragamnya gadget yang ada. Contoh pengaplikasiannya adalah Evernote, Dropbox,
Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd dan lain – lain.
2. Cloud
Computing (‘Komputasi Awan”)
Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan
teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan
berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau
aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama,
tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
a.
Karakteristik Cloud Computing
Lima karakteristik penting dari cloud computing yaitu
:
1. On-demand self-service. Konsumen dapat menentukan
kemampuan komputasi secara sepihak, seperti server time dan network storage,
secara otomatis sesuai kebutuhan tanpa memerlukan interaksi manusia dengan
masing-masing penyedia layanan.
2. Broad network access. Kemampuan yang tersedia
melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang mengenalkan
penggunaan berbagai platform (misalnya, telepon selular, tablets, laptops, dan
workstations).
3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi
yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen virtual yang berbeda,
ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada
rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan pada umumnya tidak memiliki kontrol
atau pengetahuan atas keberadaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada
kemungkinan dapat menentukan lokasi di tingkat yang lebih tinggi (misalnya,
negara, negara bagian, atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan,
pemrosesan, memori, bandwidth jaringan, dan mesin virtual.
4. Rapid elasticity. Kemampuan dapat ditetapkan dan
dirilis secara elastis, dalam beberapa kasus dilakukan secara otomatis untuk
menghitung keluar dan masuk dengan cepat sesuai dengan permintaan. Untuk
konsumen, kemampuan yang tersedia yang sering kali tidak terbatas dan
kuantitasnya dapat disesuaikan setiap saat.
5. Measured Service. Sistem cloud computing secara
otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan memanfaatkan
kemampuan pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis
layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna
aktif). Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan
sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan
yang digunakan.
b.
Model Layanan Cloud Computing
Tiga model layanan dari cloud computing, yaitu :
1.
Cloud Software as a Service (SaaS). Kemampuan
yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia dapat
beroperasi pada infrastruktur cloud. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui
antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen tidak
mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang mendasar termasuk
jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi
individu, dengan kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan
konfigurasi aplikasi pengguna tertentu. Contohnya adalah Google Apps,
SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.
2. Cloud Platform as a Service (PaaS). Kemampuan yang diberikan kepada
konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke
infrastruktur cloud computing menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang
didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan
infrastruktur cloud yang mendasar termasuk jaringan, server, sistem operasi,
atau penyimpanan, namun memiliki kontrol atas aplikasi yang disebarkan dan
memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi. Contohnya yang sudah
mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
3. Cloud Infrastructure as a Service (IaaS). Kemampuan yang diberikan
kepada konsumen untuk memproses, menyimpan, berjaringan, dan sumber komputasi
penting yang lain, dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat
lunak secara bebas, yang dapat mencakup sistem operasian aplikasi. Konsumen
tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang mendasar tetapi
memiliki kontrol atas sistem operasi, penyimpanan, aplikasi yang disebarkan,
dan mungkin kontrol terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall
host). Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage
Service.
c.
Model Penyebaran Cloud computing
Empat model
penyebaran cloud computing , yaitu:
1. Private cloud. Infrastruktur cloud yang semata-mata
dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin dimiliki,dikelola dan
dijalankan oleh suatu organisasi, pihak ketiga atau kombinasi dari beberapa
pihak dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
2. Community cloud. Infrastruktur cloud digunakan
secara bersama oleh beberapa organisasi dan mendukung komunitas tertentu yang
telah berbagi concerns (misalnya; misi, persyaratan keamanan, kebijakan, dan pertimbangan
kepatuhan).
Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga
dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
3. Public cloud. Infrastuktur cloud yang disediakan
untuk umum atau kelompok industri besar dan dimiliki oleh sebuah organisasi
yang menjual layanan cloud.
4. Hybrid cloud. Infrastruktur cloud merupakan
komposisi dari dua atau lebih cloud (swasta, komunitas, atau publik) yang masih
entitas unik namun terikat bersama oleh standar atau kepemilikan teknologi yang
menggunakan data dan portabilitas aplikasi (e.g., cloud bursting for
load-balancing between clouds).
Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi
kendali atau tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan
cloud maupun customer. Pada gambar 2, di situ dijelaskan stack (jenjang)
teknologi komputasi dari Networking naik hingga ke Application. Dijelaskan
sampai di stack mana suatu vendor layanan cloud memberikan layanannya, dan
mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegang kendali dan bertanggung jawab
penuh pada stack di atasnya.
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan
tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi
aplikasi yang disediakan. Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab
mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung
jawab membuat aplikasi dan juga skema database-nya. Pada IaaS, penyedia layanan
cloud bertanggung jawab untuk Networking hingga Virtualization. Konsumen sudah
mulai bertanggung jawab untuk Operating System ke atas. Sebagai perbandingan,
di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise (bukan cloud),
alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk
seluruh stack, dari Networking hingga Application.
d.
Implementasi Cloud Computing
Perusahaan ICT besar telah membelanjakan miliaran
dollar sejak tahun 1990-an untuk mengembangkan cloud computing. Sebagai contoh,
Sun’s telah dikenal dengan slogan “ther network is the computer” di dirikan
pada akhir tahun 1980-an. Salesforce.com telah menyediakan on-demand Software
as a Service (SaaS) untuk pelanggannya sejak 1999. IBM dan Microsoft telah
memulai layanan Web sejak awal tahun 2000-an. Microsoft’s Azure menyediakan
layanan sistem operasi dan satu set tools dan layanan. Google’s pepuler dengan
Google Docs menyediakan Web-based pengolah kata, spreadsheet dan apliasi
presentasi. Google App menperkenankan pengembang sistem untuk menjalankan
aplikasi Phyton/Java di dalam infrastruktur Google. Amazaon dikenal sebagai
penyedia layanan Web seperti ECS (Elastic Compute Cloud) dan S3 (Simple Storage
Service). Yahoo! mengumumkan bahwa dapat menggunakan framework Apache Hadoop
untuk memperkenakan pengguna bekerja dengan ribuan nodes dan 1 petabyte (1
miliar gygabytes) data.
Contoh yang telah disebutkan membuktikan penyedia
cloud computing menawarkan layanan pada tiap tingkatan implementasinya;
perangkat keras (Amazon dan Sun), sistem operasi (Google dan Microsoft),
layanan perangkat lunak (Google, Yahoo! dan Microsoft).
Target penyedia cloud computing adalah dari berbagai
kelompok end-user, dari pengembang perangkat lunak sampai masyarakat umum.
Sebagai informasi tambahan mengenai cloud computing, University of California
(UC) Berkeley’s menyajikan perbandingan model cloud antara Amazon, Microsoft
dan Google.
3.
Kelebihan Dan Kelemahan Cloud Computing
Ø
Kelebihan :
Sebagai suatu teknologi baru
pasti mengundang pro dan kontra, begitu juga dengancloud computing. Pro dan
kontra tersebut terjadi karena tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang
ada dari system teknologi baru tersebut, berikut kelebihan dari Cloud Computing:
a. Kemudahan Akses
Ini merupakan kelebihan yang
paling menonjol dari cloud computing, yaitu kemudahan akses. Jadi kita tidak
perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan,
karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.
b. Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di
atas, data yg kita perlukan tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau
storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita
bisa mengakses data kita karena berada pada server cloud
c. Penghematan (Tanpa investasi awal)
Pastinya dengan adanya cloud
computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT
yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik berupa investasi hardware,
software, maupun human resources nya
d. Mengubah CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure
(pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran
modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi
dengan menggunakan teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan
pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational
e. Lentur dan Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter
cloud computing yaitu Rapid Elasticity, maka ini juga merupakan salah 1
kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan mudah menaikkan atau
menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost yang mereka
keluarkan
f. Fokus pada bisnis bukan pada TI
Dengan mempercayakan semua
pengelolaan seputar IT pada cloud service provider, maka kita akan lebih focus
pada bisnis kita bukan pada pengelolaan IT nya.
Dengan banyaknya kelebihan di
atas Cloud Computing juga memeiliki kekurangan yaitu ketergantungan akan
koneksi Internet. Sehingga membutuhkan koneksi dengan kecepatan yang tinggi
agar dapat memanfaatkan(mengambil) file yang berukuran besar.
Selain itu kelebihan yang lain
adalah;
a. Menghemat biaya investasi awal untuk
pembelian sumber daya.
b. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan
bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
c. Membuat operasional dan manajemen lebih
mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat
dimonitor dan diatur dengan mudah.
d. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan
lebih ramping.
e. Mengehemat biaya operasional pada saat
realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
f. Integrasi aplikasi dengan berbagai
perangkat
Ø
Kelemahan
Komputer akan menjadi lambat atau
tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban.
Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses
langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia
layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup
yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
4. Aspek
Keamanan dan Privasi Cloud Computing
Beberapa aspek yang berkaitan dengan keamanan
dan privasi di yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
· Manajemen Resiko dan
Ketaatan, organisasi yang mulai mengadopsi cloud tetap harus bertanggung jawab
untuk aspek manajemen keamanan, resiko, dan ketaatan terhadap aturan yang
berlaku di industri terkait. Manajemen resiko dan ketaatan ini membutuhkan tim internal
yang kuat dan transparansi proses dari penyedia jasa cloud. Rekomendasi :
Penyedia jasa cloud harus menggunakan beberapa framework atau best practice
seperti MOF, atau ITIL, dan memiliki sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005,
dan mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga
disesuaikan dengan ketentuan dan kebijakan suatu negara.
· Manajemen Akses dan
Identitas, identitas bisa didapat melalui beberapa penyedia jasa cloud, dan
harus bersifat interoperabelitas antar organisasi yang berbeda, penyedia cloud
yang berbeda, dan berlandaskan proses yang kuat. Rekomendasi : Autentikasi yang
disarankan adalah menggunakan beberapa faktor sekaligus, seperti biometric, one
time password token (seperti token BCA), kartu ID dengan chip, dan password.
· Integritas Layanan,
layanan berbasis cloud harus dibangun dengan landasan keamanan yang kuat, dan
proses-proses operasionalnya juga harus diintegrasikan dengan manajemen
keamanan di organisasi tersebut. Penyedia layanan cloud harus mengikuti proses
yang bisa dibuktikan, terdefinisi, dan jelas dalam mengintegrasikan keamanan
dan privasi ke dalam layanannya mulai dari titik paling awal, di setiap titik
di dalam siklus, sampai paling penghabisan. Selain itu manajemen keamanan dan
auditing harus selaras antara penyedia cloud dan pelanggan. Rekomendasi :
Gunakan sertifikasi semacam EAL4+ (untuk evaluasi keamanan), SDL (untuk
pengembangan aplikasi), ISO/IEC 18044 (untuk incident response).
· Integritas Klien, layanan
cloud yang digunakan di sisi klien harus memperhatikan aspek keamanan,
ketaatan, dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa ditingkatkan
dengan menggunakan paduan praktek terbaik. Rekomendasi : Perkuat sistem
desktop, pastikan kesehatan sistem desktop, terapkan IT policy yang tepat,
federasi identitas, Network Access Protection dan sebagainya.
· Proteksi Informasi,
layanan cloud membutuhkan proses yang andal untuk melindungi informasi sebelum,
selama, dan setelah transaksi. Manfaatkan Klasifikasi Data untuk meningkatkan
kontrol terhadap data yang siap dilepas ke cloud. Rekomendasi : Gunakan
teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum data dilepas ke
cloud.
5. Kesimpulan
dan Saran
a.
Kesimpulan
Profesional ICT dituntut untuk meningkatkan keahlian
yang dimiliki atas penerapan teknologi cloud computing. Dengan kemampuan dan
keterampilan yang dimiliki, para profesional dapat menangkap peluang baru yang
dapat digunakan sebagai kesempatan untuk memperluas kompetensi mereka.
Perusahaan perlu mengembangkan pengetahuan dan
pemahaman tenaga ICT yang mereka miliki, sehingga nantinya transisi ke
teknologi berbasis cloud akan yang diterapkan dapat berhasil dan menguntungkan.
Teknologi dalam bidang ICT begitu cepat berkembang,
dan ini merupakan sebuah tantangan. Maka dibutuhkan kesiapan para profesional
dan perusahaan ICT untuk mengantisipasi perkembangan tersebut.
b.
Saran
Bagi yang akan menggunakan cloud computing perlu
dipertimbankan dengan matang sebelum beralih ke jenis layanan yang ditawarkan
teknologi ini, tidak semua layanan harus menggunakan on-demand, karena terdapat
jenis-jenis layanan yang akan lebih efisien bila dilakukan secara on-premise.
Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan
menggabungkan kedua jenis model tersebut. Diperlukan kesiapan infrastruktur
yang memadai, karena dibutuhkan bandwith internet yang cepat dan stabil agar
cloud computing dapat berjalan dengan baik.
0 komentar:
Posting Komentar