Analisis sentimen merupakan proses klasifikasi dokumen tekstual ke dalam dua kelas, yaitu kelas sentimen positif dan negatif. Data opini diperoleh dari jejaring sosial berdasarkan query dalam Bahasa Indonesia atau bahasa lainnya.
Disini akan membahas bagaimana cara pembuatan program sentiment analysis pada API twitter menggunakan program R dengan tema "hate speech". pastikan telah mendownload dan menginstall program RStudio.
Buka program RStudio, lalu ketikan program dibawah ini :
install.packages('twitteR')
install.packages('RCurl')
install.packages('wordcloud')
install.packages('corpus')
install.packages('tm')
Pada program diatas kita install terlebih dahulu package - package yang dibutuhkan, selanjutnya yaitu kita aktifkan packages tersebut.
require(twitteR)
require(wordcloud)
require(corpus)
require(tm)
require(RCurl)
Untuk melakukan mining di twitter, erlebih dahulu mengirim secure authorized request ke twitter API, dengan cara masuk ke website https://apps.twitter.com/ lalu login dengan akun twitter kalian. pastikan twitter kalian telah diverifikasi nomer HP. Selanjutnya pilih Create New App, lalu isikan form yang tersedia
Setelah selesai membuat twitter apps, masuk ke tab bagian Keys and Access Token. lalu kalian akan mendapatkan kode API twitter kalian yang akan digunakan nantinya.
Kembali ke program R, masukan kode API kalian seperti dibawah ini (pastikan kalian terhubung dengan internet).
consumer_key <- 'isi dengan Consumer Key'
consumer_secret <- 'isi dengan Consumer Secret'
access_token <- 'isi dengan Access Token'
access_secret <- 'isi dengan Access Secret'
setup_twitter_oauth(consumer_key, consumer_secret, access_token, access_secret)
Jika tidak ada error, maka kalian telah berhasil menghubungkan API twitternya. Selanjutnya yaitu membuat variabel baru dan memanggil fungsi searchTwitter. kita isikan beberapa parameter yaitu kata kunci 'bangsat+tolol', lang = "id" dan isikan n dengan seberapa banyak data yang mau ditampilkan. contoh program seperti dibawah ini:
miningtweets <- searchTwitter('bangsat+tolol', lang="id", n=500,resultType="recent")
Sebelum kita menampilkan tweet, terlebih dahulu kita konversikan menjadi text dengan ketikan
miningtweets_text <- sapply(miningtweets,function(x) x$getText())
str(miningtweets_text)
Lalu kita akan coba tampilkan semua tweet yang kita mining, buat variable baru lalu panggil fungsi corpus dengan parameter variable yang kita buat sebelumnya
kasar_corpus <- Corpus(VectorSource(miningtweets_text))
inspect(kasar_corpus)
Selanjutnya kita akan membersihkan tweet dari elemen elemen yang tidak dibutuhkan seperti angka, spasi, dan hapus juga kata kunci yang tadi kita gunakan
katakasar_clear <- tm_map(kasar_corpus, removePunctuation)
katakasar_clear <- tm_map(katakasar_clear, removeNumbers)
katakasar_clear <- tm_map(katakasar_clear, stripWhitespace)
katakasar_clear <- tm_map(katakasar_clear, removeWords, c("Bangsat",Tolol"))
Setelah berhasil lalu kita akan tampilkan wordcloud, fungsi ini adalah fungsi dari R yang sangat menarik karena kita dapat menyusun kata kata menjadi sebuah susunan seperti awan
wordcloud(katakasar_clear)
Tambahan source code :
Menyusun kata dengan frekuensi terbanyak menjadi di tengah
wordcloud(katakasar_clear, random.order=F)
Memberikan warna
wordcloud(katakasar_clear, random.order=F, col=rainbow(50))
Membatasi jumlah kata
wordcloud(katakasar_clear, random.order=F, max.word=50)
Kamis, 10 Mei 2018
Senin, 09 April 2018
Quantum Computation
1 PendahuluanTeknologi
komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat mengalami
perkembangan dan kemajuan. Komputer-komputer yang ada saat ini sudah mencapai
kemampuan yang sangat mengagumkan. Tetapi kedahsyatan komputer tercanggih yang
ada saat ini pun masih belum bisa memuaskan keinginan manusia yang bermimpi
untuk membuat sebuah Supercomputer yang benar-benar memiliki kecepatan super.
Komputer yang nantinya layak untuk benar-benar disebut sebagai Komputer Super
ini adalah Komputer Kuantum. Teori tentang komputer kuantum ini pertama kali
dicetuskan oleh fisikawan dari Argonne National Laboratory sekitar 20 tahun
lalu. Paul Benioff merupakan orang pertama yang mengaplikasikan teori fisika
kuantum pada dunia komputer di tahun 1981. Algorima ShorAlgoritma
Shor adalah contoh lanjutan paradigma dasar (berapa banyak waktu komputasi
diperlukan untuk menemukan faktor bilangan bulat n-bit?), tapi algoritma ini
tampak terisolir dari kebanyakan temuan lain ilmu informasi quantum. Sekilas,
itu cuma seperti trik pemrograman cerdik dengan signifikansi fundamental yang
kecil. Penampilan tersebut menipu; para periset telah menunjukkan bahwa
algoritma Shor bisa ditafsirkan sebagai contoh prosedur untuk menetapkan level
energi sistem quantum, sebuah proses yang fundamental. Seiring waktu berjalan
dan kita mengisi lebih banyak pada peta, semestinya kian mudah memahami
prinsip-prinsip yang mendasari algortima Shor dan algoritma quantum lainnya
dan, kita harap, mengembangkan algoritma baru. Quantum GatesQuantum
Gates adalah sebuah gerbang kuantum yang dimana berfungsi mengoperasikan bit
yang terdiri dari 0 dan 1 menjadi qubits. dengan demikian Quantum gates
mempercepat banyaknya perhitungan bit pada waktu bersamaan. Quantum Gates
adalah blok bangunan sirkuit kuantum, seperti klasik gerbang logika yang untuk
sirkuit digital konvensional.Quantum Gates / Gerbang Quantum merupakan
sebuah aturan logika / gerbang logika yang berlaku pada quantum computing.
Prinsip kerja dari quantum gates hampir sama dengan gerbang logika pada
komputer digital. Jika pada komputer digital terdapat beberapa operasi logika
seperti AND, OR, NOT, pada quantum computing gerbang quantum terdiri dari
beberapa bilangan qubits, sehingga quantum gates lebih susah untuk dihitung
daripada gerang logika pada komputer digital. PenerapanPada
tahun 2000, IBM sudah membuat quantum computer dengan 5 qubits dengan atom
sebagai prosesornya. dan D-Wave perusahaan komputer asal Vancouver, Canada
merilis kabar bahwa pihaknya telah mampu untuk beroperasi dengan prinsip
quantum yang jauh ebih cepat dari komputer yang ada saat ini. Komputer yang
diberi nama “Orion” ini, menggunakan teknik cetakan rata yang sistematis,
dipadukan dengan sebuah chip niobium superkonduksi dan suhu ultrarendah, dapat
mengerjakan 16 qubit. Chip inti harus dingin hingga mendekati titik nol absolut
(-125.15ºC), agar supaya dalam proses perhitungannya tetap dalam kondisi
kuantum Perusahaan D-Wave menuturkan, bahwa komputer kuantum ini bisa
mengoperasikan 64 ribu hitungan secara bersamaan, dan prototipe komputer
kuantum yang diperlihatkannya pada 13 Februari 2007 merupakan komputer tipe
bisnis yang pertama di dunia, di dalamnya ditanami chip kuantum yang dapat
mengoperasikan 16 qubit.Para
ilmuwan di Pusat penelitian di Almaden telah berhasil menjalankan kalkulasi
komputer-kuantum yang paling rumit hingga saat ini. Mereka berhasil membuat
seribu triliun molekul yang didesain khusus dalam sebuah tabung menjadi sebuah
komputer kuantum 7-qubit yang mampu memecahkan sebuah versi sederhana
perhitungan matematika yang merupakan inti dari banyak di antara system
kriptografis pengamanan data (data security cryptographic system). Keberhasilan
ini memperkuat keyakinan bahwa suatu saat komputer-komputer kuantum akan mampu
memecahkan problem yang demikian kompleks yang selama ini tidak mungkin dapat
dipecahkan oleh super komputer-super komputer yang paling hebat meski dalam
tempo jutaan tahun sekalipunDalam
edisi jurnal ilmiah Nature yang terbit beberapa waktu lalu, sebuah tim
bersama-sama mahasiswa tingkat graduate dari Unversitas Stanford melaporkan
demonstrasi pertama dari "AlgoritmaShor" sebuah metode yang
dikembangkantahun 1994 oleh ilmuwan AT&T Peter Shor untuk menggunakan
computer kuantum yang futuristis untuk menemukan faktor-faktor dari sebuah
bilangan. Bilangan-bilangan yang diperkalikan satu dengan yang lain untuk
memperoleh bilangan asli. Saatini, pemfaktoran (factoring) sebuah bilangan
besar masih terlalu sulit bagi computer konvensional meskipun begitu mudah
untuk diverifikasi. Itulah sebabnya pemfaktoran bilangan besar ini banyak
digunakan dalam metode kriptografi untuk melindungi data
sumber: http://www.yohanessurya.com/download/penulis/Bermimpi_07.pdfhttp://livemakefun.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-algoritma-dan-implementasi.htmlhttp://timothyayoseph.blogspot.co.id/2016/05/quantum-gates.htmlhttps://anggamaulana20.wordpress.com/2014/05/17/quantum-computing-beserta-algoritma-dan-penerapannya/
Senin, 02 April 2018
JURNAL CLOUD COMPUTING
ABSTRAK
Salah satu topik terhangat
Information and Communication Technology (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
saat ini adalah cloud computing. Teknologi cloud computing dihadirkan sebagai
upaya untuk memungkinkan akses sumber daya dan aplikasi dari mana saja melalui
jaringan Internet, sehingga keterbatasan pemanfaatan infrastruktur ICT yang
sebelumnya ada dapat diatasi. NIST mendefiniskan Clud Computing adalah sebuah
model untuk kenyamanan, akses jaringan on-demand untuk menyatukan pengaturan
konfigurasi sumber daya komputasi (seperti, jaringan, server, media
penyimpanan, aplikasi, dan layanan) yang dapat dengan cepat ditetapkan dan
dirilis dengan usaha manajemen yang minimal atau interaksi dengan penyedia
layanan. Pembahasan paper dimulai dengan uraian dari beberapa pendapat dan
penelitian terdahulu tentang teknologi cloud computing, selanjutnya ditinjau
kelebihan dan kekurangan yang dapat ditimbulkan atas implementasi cloud
computing. Pembahasan diakhiri dengan kesimpulan apakah cloud computing
merupakan solusi ICT ? dan saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan
penguna dalam implementasi cloud computing
Kata kunci : ICT, cloud,
computing, internet
Pendahuluan
1.
Sejarah
Cloud Computing
Cloud Computing dimulai pada tahun 1960
berawal dari pemikiran seorang pakar komputasi dan kecerdasan
buatan dari MIT, yang berbunyi “Suatu hari
nanti, komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti halnya listrik dan
telepon.” (John McCarthy)..
Kemudian berlanjut pada tahun
1995 Larry Ellison, pendiri perusahaan Oracle. Dia mengungkapkan bahwa “Network
Computing, ide ini sebenarmya cukup unik dan sedikit menyindir perusahaan
Microsoft pada saat itu. Intinya, kita tidak harus “menanam” berbagai perangkat
lunak kedalam PC pengguna, mulai dari sistem operasi hingga perangkat lunak
lainnya. Cukup dengan koneksi dengan server dimana akan disediakan sebuah
environment yang mencakup berbagai kebutuhan PC pengguna.”
Pada akhir era-90, lahir konsep
ASP (Application Service Provider) yang ditandai dengan kemunculan perusahaan
pusat pengolahan data. Ini merupakan sebuah perkembangan pada kualitas jaringan
komputer. Akses untuk pengguna menjadi lebih cepat.
Pada tahun 2000, Marc Benioff
yang merupakan wakil presiden perusahaan Oracle ini mengungkapkan bahwa
“salesforce.com ini merupakan sebuah perangkat lunak CRM dengan basis SaaS
(Software as a Service).” Tak disangka gebrakan ini mendapat tanggapan hebat.
Sebagai suksesor dari visi Larry Ellison. Dia memiliki sebuah misi yaitu “The
End of Software”.
Pada tahun 2005 hingga sekarang,
Cloud Computing sudah semakin meningkat popularitasnya, dari mulai penerapan
sistem, penggunaan nama dan lain – lain. Amazon.com dengan EC2 (Elastic
Computer Cloud), Google dengan Google App. Engine, IBM dengan Blue Corf
Initiative dan sebagainya. Perhelatan Cloud Computing meroket sebagaimana
berjalannya waktu. Dan sekarang, sudah banyak sekali pemakaian sistem komputasi
itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan
beragamnya gadget yang ada. Contoh pengaplikasiannya adalah Evernote, Dropbox,
Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd dan lain – lain.
2. Cloud
Computing (‘Komputasi Awan”)
Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan
teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan
berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau
aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama,
tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
a.
Karakteristik Cloud Computing
Lima karakteristik penting dari cloud computing yaitu
:
1. On-demand self-service. Konsumen dapat menentukan
kemampuan komputasi secara sepihak, seperti server time dan network storage,
secara otomatis sesuai kebutuhan tanpa memerlukan interaksi manusia dengan
masing-masing penyedia layanan.
2. Broad network access. Kemampuan yang tersedia
melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang mengenalkan
penggunaan berbagai platform (misalnya, telepon selular, tablets, laptops, dan
workstations).
3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi
yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen virtual yang berbeda,
ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada
rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan pada umumnya tidak memiliki kontrol
atau pengetahuan atas keberadaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada
kemungkinan dapat menentukan lokasi di tingkat yang lebih tinggi (misalnya,
negara, negara bagian, atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan,
pemrosesan, memori, bandwidth jaringan, dan mesin virtual.
4. Rapid elasticity. Kemampuan dapat ditetapkan dan
dirilis secara elastis, dalam beberapa kasus dilakukan secara otomatis untuk
menghitung keluar dan masuk dengan cepat sesuai dengan permintaan. Untuk
konsumen, kemampuan yang tersedia yang sering kali tidak terbatas dan
kuantitasnya dapat disesuaikan setiap saat.
5. Measured Service. Sistem cloud computing secara
otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan memanfaatkan
kemampuan pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis
layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna
aktif). Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan
sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan
yang digunakan.
b.
Model Layanan Cloud Computing
Tiga model layanan dari cloud computing, yaitu :
1.
Cloud Software as a Service (SaaS). Kemampuan
yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia dapat
beroperasi pada infrastruktur cloud. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui
antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen tidak
mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang mendasar termasuk
jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi
individu, dengan kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan
konfigurasi aplikasi pengguna tertentu. Contohnya adalah Google Apps,
SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.
2. Cloud Platform as a Service (PaaS). Kemampuan yang diberikan kepada
konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke
infrastruktur cloud computing menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang
didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan
infrastruktur cloud yang mendasar termasuk jaringan, server, sistem operasi,
atau penyimpanan, namun memiliki kontrol atas aplikasi yang disebarkan dan
memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi. Contohnya yang sudah
mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
3. Cloud Infrastructure as a Service (IaaS). Kemampuan yang diberikan
kepada konsumen untuk memproses, menyimpan, berjaringan, dan sumber komputasi
penting yang lain, dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat
lunak secara bebas, yang dapat mencakup sistem operasian aplikasi. Konsumen
tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang mendasar tetapi
memiliki kontrol atas sistem operasi, penyimpanan, aplikasi yang disebarkan,
dan mungkin kontrol terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall
host). Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage
Service.
c.
Model Penyebaran Cloud computing
Empat model
penyebaran cloud computing , yaitu:
1. Private cloud. Infrastruktur cloud yang semata-mata
dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin dimiliki,dikelola dan
dijalankan oleh suatu organisasi, pihak ketiga atau kombinasi dari beberapa
pihak dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
2. Community cloud. Infrastruktur cloud digunakan
secara bersama oleh beberapa organisasi dan mendukung komunitas tertentu yang
telah berbagi concerns (misalnya; misi, persyaratan keamanan, kebijakan, dan pertimbangan
kepatuhan).
Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga
dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
3. Public cloud. Infrastuktur cloud yang disediakan
untuk umum atau kelompok industri besar dan dimiliki oleh sebuah organisasi
yang menjual layanan cloud.
4. Hybrid cloud. Infrastruktur cloud merupakan
komposisi dari dua atau lebih cloud (swasta, komunitas, atau publik) yang masih
entitas unik namun terikat bersama oleh standar atau kepemilikan teknologi yang
menggunakan data dan portabilitas aplikasi (e.g., cloud bursting for
load-balancing between clouds).
Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi
kendali atau tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan
cloud maupun customer. Pada gambar 2, di situ dijelaskan stack (jenjang)
teknologi komputasi dari Networking naik hingga ke Application. Dijelaskan
sampai di stack mana suatu vendor layanan cloud memberikan layanannya, dan
mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegang kendali dan bertanggung jawab
penuh pada stack di atasnya.
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan
tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi
aplikasi yang disediakan. Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab
mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung
jawab membuat aplikasi dan juga skema database-nya. Pada IaaS, penyedia layanan
cloud bertanggung jawab untuk Networking hingga Virtualization. Konsumen sudah
mulai bertanggung jawab untuk Operating System ke atas. Sebagai perbandingan,
di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise (bukan cloud),
alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk
seluruh stack, dari Networking hingga Application.
d.
Implementasi Cloud Computing
Perusahaan ICT besar telah membelanjakan miliaran
dollar sejak tahun 1990-an untuk mengembangkan cloud computing. Sebagai contoh,
Sun’s telah dikenal dengan slogan “ther network is the computer” di dirikan
pada akhir tahun 1980-an. Salesforce.com telah menyediakan on-demand Software
as a Service (SaaS) untuk pelanggannya sejak 1999. IBM dan Microsoft telah
memulai layanan Web sejak awal tahun 2000-an. Microsoft’s Azure menyediakan
layanan sistem operasi dan satu set tools dan layanan. Google’s pepuler dengan
Google Docs menyediakan Web-based pengolah kata, spreadsheet dan apliasi
presentasi. Google App menperkenankan pengembang sistem untuk menjalankan
aplikasi Phyton/Java di dalam infrastruktur Google. Amazaon dikenal sebagai
penyedia layanan Web seperti ECS (Elastic Compute Cloud) dan S3 (Simple Storage
Service). Yahoo! mengumumkan bahwa dapat menggunakan framework Apache Hadoop
untuk memperkenakan pengguna bekerja dengan ribuan nodes dan 1 petabyte (1
miliar gygabytes) data.
Contoh yang telah disebutkan membuktikan penyedia
cloud computing menawarkan layanan pada tiap tingkatan implementasinya;
perangkat keras (Amazon dan Sun), sistem operasi (Google dan Microsoft),
layanan perangkat lunak (Google, Yahoo! dan Microsoft).
Target penyedia cloud computing adalah dari berbagai
kelompok end-user, dari pengembang perangkat lunak sampai masyarakat umum.
Sebagai informasi tambahan mengenai cloud computing, University of California
(UC) Berkeley’s menyajikan perbandingan model cloud antara Amazon, Microsoft
dan Google.
3.
Kelebihan Dan Kelemahan Cloud Computing
Ø
Kelebihan :
Sebagai suatu teknologi baru
pasti mengundang pro dan kontra, begitu juga dengancloud computing. Pro dan
kontra tersebut terjadi karena tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang
ada dari system teknologi baru tersebut, berikut kelebihan dari Cloud Computing:
a. Kemudahan Akses
Ini merupakan kelebihan yang
paling menonjol dari cloud computing, yaitu kemudahan akses. Jadi kita tidak
perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan,
karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.
b. Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di
atas, data yg kita perlukan tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau
storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita
bisa mengakses data kita karena berada pada server cloud
c. Penghematan (Tanpa investasi awal)
Pastinya dengan adanya cloud
computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT
yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik berupa investasi hardware,
software, maupun human resources nya
d. Mengubah CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure
(pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran
modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi
dengan menggunakan teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan
pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational
e. Lentur dan Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter
cloud computing yaitu Rapid Elasticity, maka ini juga merupakan salah 1
kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan mudah menaikkan atau
menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost yang mereka
keluarkan
f. Fokus pada bisnis bukan pada TI
Dengan mempercayakan semua
pengelolaan seputar IT pada cloud service provider, maka kita akan lebih focus
pada bisnis kita bukan pada pengelolaan IT nya.
Dengan banyaknya kelebihan di
atas Cloud Computing juga memeiliki kekurangan yaitu ketergantungan akan
koneksi Internet. Sehingga membutuhkan koneksi dengan kecepatan yang tinggi
agar dapat memanfaatkan(mengambil) file yang berukuran besar.
Selain itu kelebihan yang lain
adalah;
a. Menghemat biaya investasi awal untuk
pembelian sumber daya.
b. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan
bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
c. Membuat operasional dan manajemen lebih
mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat
dimonitor dan diatur dengan mudah.
d. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan
lebih ramping.
e. Mengehemat biaya operasional pada saat
realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
f. Integrasi aplikasi dengan berbagai
perangkat
Ø
Kelemahan
Komputer akan menjadi lambat atau
tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban.
Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses
langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia
layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup
yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
4. Aspek
Keamanan dan Privasi Cloud Computing
Beberapa aspek yang berkaitan dengan keamanan
dan privasi di yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
· Manajemen Resiko dan
Ketaatan, organisasi yang mulai mengadopsi cloud tetap harus bertanggung jawab
untuk aspek manajemen keamanan, resiko, dan ketaatan terhadap aturan yang
berlaku di industri terkait. Manajemen resiko dan ketaatan ini membutuhkan tim internal
yang kuat dan transparansi proses dari penyedia jasa cloud. Rekomendasi :
Penyedia jasa cloud harus menggunakan beberapa framework atau best practice
seperti MOF, atau ITIL, dan memiliki sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005,
dan mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga
disesuaikan dengan ketentuan dan kebijakan suatu negara.
· Manajemen Akses dan
Identitas, identitas bisa didapat melalui beberapa penyedia jasa cloud, dan
harus bersifat interoperabelitas antar organisasi yang berbeda, penyedia cloud
yang berbeda, dan berlandaskan proses yang kuat. Rekomendasi : Autentikasi yang
disarankan adalah menggunakan beberapa faktor sekaligus, seperti biometric, one
time password token (seperti token BCA), kartu ID dengan chip, dan password.
· Integritas Layanan,
layanan berbasis cloud harus dibangun dengan landasan keamanan yang kuat, dan
proses-proses operasionalnya juga harus diintegrasikan dengan manajemen
keamanan di organisasi tersebut. Penyedia layanan cloud harus mengikuti proses
yang bisa dibuktikan, terdefinisi, dan jelas dalam mengintegrasikan keamanan
dan privasi ke dalam layanannya mulai dari titik paling awal, di setiap titik
di dalam siklus, sampai paling penghabisan. Selain itu manajemen keamanan dan
auditing harus selaras antara penyedia cloud dan pelanggan. Rekomendasi :
Gunakan sertifikasi semacam EAL4+ (untuk evaluasi keamanan), SDL (untuk
pengembangan aplikasi), ISO/IEC 18044 (untuk incident response).
· Integritas Klien, layanan
cloud yang digunakan di sisi klien harus memperhatikan aspek keamanan,
ketaatan, dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa ditingkatkan
dengan menggunakan paduan praktek terbaik. Rekomendasi : Perkuat sistem
desktop, pastikan kesehatan sistem desktop, terapkan IT policy yang tepat,
federasi identitas, Network Access Protection dan sebagainya.
· Proteksi Informasi,
layanan cloud membutuhkan proses yang andal untuk melindungi informasi sebelum,
selama, dan setelah transaksi. Manfaatkan Klasifikasi Data untuk meningkatkan
kontrol terhadap data yang siap dilepas ke cloud. Rekomendasi : Gunakan
teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum data dilepas ke
cloud.
5. Kesimpulan
dan Saran
a.
Kesimpulan
Profesional ICT dituntut untuk meningkatkan keahlian
yang dimiliki atas penerapan teknologi cloud computing. Dengan kemampuan dan
keterampilan yang dimiliki, para profesional dapat menangkap peluang baru yang
dapat digunakan sebagai kesempatan untuk memperluas kompetensi mereka.
Perusahaan perlu mengembangkan pengetahuan dan
pemahaman tenaga ICT yang mereka miliki, sehingga nantinya transisi ke
teknologi berbasis cloud akan yang diterapkan dapat berhasil dan menguntungkan.
Teknologi dalam bidang ICT begitu cepat berkembang,
dan ini merupakan sebuah tantangan. Maka dibutuhkan kesiapan para profesional
dan perusahaan ICT untuk mengantisipasi perkembangan tersebut.
b.
Saran
Bagi yang akan menggunakan cloud computing perlu
dipertimbankan dengan matang sebelum beralih ke jenis layanan yang ditawarkan
teknologi ini, tidak semua layanan harus menggunakan on-demand, karena terdapat
jenis-jenis layanan yang akan lebih efisien bila dilakukan secara on-premise.
Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan
menggabungkan kedua jenis model tersebut. Diperlukan kesiapan infrastruktur
yang memadai, karena dibutuhkan bandwith internet yang cepat dan stabil agar
cloud computing dapat berjalan dengan baik.
Minggu, 01 April 2018
Cloud Computing
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur
penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat-Nya lah Penulis dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Tak lupa Penulis juga
menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah
mendukung dan membantu Penulis dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “MAKALAH
CLOUD COMPUTING” ini.
Penulis menyadari bahwa makalah
tersebut masih banyak adanya kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis berharap akan kritik dan sarannya dari segenap pembaca.
Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat tersebut dapat bermanfaat bagi
semuanya. Terimakasih
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari,
kebutuhan akan data merupakan hal yang tak bisa terhindarkan lagi. Semua dari
hasil kerja kita pasti berupa data baik yang berupa nyata ataupun data digital.
Data digital merupakan suatu kumpulan kode yang merepresenasikan hasil kerja
kita agar bisa dibaca oleh komputer atau alat olah data kita. Untuk data
digital, pastilah memeliki suatu ukuran besar (size) yang menjadi batasannya. Dengan
size tersebut maka data digital dapat diartikan sebagai sesuatu yang spesifik
dan dapat didefinisikan bentuknya.
Data digital, memiliki kelebihan
jika dibanding dengan data nyata yaitu dapat dipakai terus menerus tanpa
mengalami perusakan atau dapat disebut memiliki kualitas yang sama.Data digital
dapat digunakan terus menerus karena dapat disimpan untuk bisa digunakan terus
menerus jika disimpan di dalam alat penyimpanan (storage). Dengan semua
kemudahan dari data digital tersebut, data digital juga memiliki suatu
kekurangan yaitu dengan adanya ukuran
size, maka storage(alat simpan) dari data tersebut harus memiliki ukuran (Space
Storage) yang sejumlah dengan data yang akan disimpan. Untuk beberapa data
memang masalah ini belum begitu terlihat, tapi jika data digital yang akan
disimpan terus menumpuk akibat dari pentingya danbanyaknya tugas. Maka solusi
yang biasanya diambil adalah penghapusan data yang lama atau dengan penambahan
storage baru. Memang untuk penambahan storage baru bisa menyelamatkan data yang
sudah tidak muat, tetapi dengan begitu akan menambah jumlah limbah dan biaya
yang besar.
Sebetulnya jawaban dari masalah ini sudah mulai tercetus
oleh John McCarthy pada tahun 1960-an akan tetapi pada waktu itu masih
dirasakan suatu kesuliatan untuk mewujudkan pemecahan masalah ini. Dengan
perkembangan dunia maya yang cepat seiring dengan diluncurkannya Web 2.0 maka
jawaban dari masalah storage yang selama
belum bisa diatasi dapat dipecahkan yaitu dengan Cloud Computer (Cloud
Storage). Cloud Storage merupakan layanan penyimpanan data secara Online di
Storage Server, atau dengan kata lain data kita akan disimpan pada
database(storage) milik server online. Dengan cloud storage penggunanya tidak
perlu lagi untuk membawa data digital dalam alat penyimpanan yang banyak
melainkan sewaktu-waktu dapat diunduh dan diambil lagi untuk digunakan melalaui
jaringan internet untuk mengakses data di server.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
telah di uraikan di atas, pokok permasalahan yang dapat di angkat adalah:
1. Apa yang
dimaksud dengan Cloud Computing?
2. Apa saja
karakteristik yang dimiliki Cloud Computing?
3. Bagaimana
mengenai sejarah Cloud Computing?
4. Apa saja
kelebihan Cloud Computing ?
5. Apa saja
kekurangan yang dimiliki Cloud Computing?
6. Apa saja
layanan yang di berikan Cloud Computing?
7. System
operasi apa yang di gunakan dalam Cloud Computing?
8. Bagaimana
spesifikasi computer server maupun computer client untuk mendukung layanan
Cloud Computing?
9. Bagaimana
infrastruktur Cloud Computing?
10. Perusahaan apa
yang menyediakan Cloud Computing serta biaya/tariff yang di gunakan?
3. Tujuan Penulisan
a. Menjelaskan
definisi dari Cloud Computing dan Cloud Storage
b. Menjelaskan mengenai
sejarah penyimpanan Cloud Storage
c. Menjelaskan
tentang sistem kerja penyimpanan Cloud Storage
d. Menjabarkan
tenatng kekurangan dan kelebihan dari Cloud Storage
PEMBAHASAN
A. Definisi Cloud
Storage
“Cloud
Storage adalah sebuah teknologi penyimpanan data digital yang memanfaatkan
adanya server virtual sebagai media penyimpanan. Tidak seperti media
penyimpanan perangkat keras pada umumnya seperti Harddisk, Teknologi Cloud
Storage tidak membutuhkan perangkat tambahan apapun. Yang diperlukan untuk
mengakses file digital tersebut hanyalah sebuah device yang dilengkapi dengan
layanan internet.” Dikutip dari (Tarsyam: 2014)
B. Definisi Cloud
Computing
“Cloud
Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di
server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client)
termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer
tembok, handheld, sensor – sensor, monitor dan lain – lain.” Dikutip dari (makalah
IEEE Internet Computing : 2008)
C. Sejarah Cloud
Computing
Cloud
Computing dimulai pada tahun 1960 berawal dari pemikiran seorang pakar
komputasi dan kecerdasan buatan dari MIT, yang berbunyi “Suatu hari nanti,
komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti halnya listrik dan
telepon.” (John McCarthy)..
Kemudian
berlanjut pada tahun 1995 Larry Ellison, pendiri perusahaan Oracle. Dia
mengungkapkan bahwa “Network Computing, ide ini sebenarmya cukup unik dan
sedikit menyindir perusahaan Microsoft pada saat itu. Intinya, kita tidak harus
“menanam” berbagai perangkat lunak kedalam PC pengguna, mulai dari sistem
operasi hingga perangkat lunak lainnya. Cukup dengan koneksi dengan server
dimana akan disediakan sebuah environment yang mencakup berbagai kebutuhan PC
pengguna.”
Pada akhir
era-90, lahir konsep ASP (Application Service Provider) yang ditandai dengan
kemunculan perusahaan pusat pengolahan data. Ini merupakan sebuah perkembangan
pada kualitas jaringan komputer. Akses untuk pengguna menjadi lebih cepat.
Pada tahun
2000, Marc Benioff yang merupakan wakil presiden perusahaan Oracle ini
mengungkapkan bahwa “salesforce.com ini merupakan sebuah perangkat lunak CRM
dengan basis SaaS (Software as a Service).” Tak disangka gebrakan ini mendapat
tanggapan hebat. Sebagai suksesor dari visi Larry Ellison. Dia memiliki sebuah
misi yaitu “The End of Software”.
Pada tahun
2005 hingga sekarang, Cloud Computing sudah semakin meningkat popularitasnya,
dari mulai penerapan sistem, penggunaan nama dan lain – lain. Amazon.com dengan
EC2 (Elastic Computer Cloud), Google dengan Google App. Engine, IBM dengan Blue
Corf Initiative dan sebagainya. Perhelatan Cloud Computing meroket sebagaimana
berjalannya waktu. Dan sekarang, sudah banyak sekali pemakaian sistem komputasi
itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan
beragamnya gadget yang ada. Contoh pengaplikasiannya adalah Evernote, Dropbox,
Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd dan lain – lain.
D. Cara Kerja
Sistem Cloud Computing
Seorang
pengguna “cloud” membutuhkan perangkat klien seperti laptop, komputer pad,
ataupun sumber daya komputasi lainnya dengan web browser (atau rute akses lain
yang disetujui) untuk mengakses sistem cloud melalui World Wide Web. Biasanya
pengguna akan login ke cloudpada penyedia layanan atau perusahaan swasta.
Cloud
computing bekerja secara client – server, menggunakan protokol web browser,
cloudmenyediakan server berbasis aplikasi dan semua layanan data kepada
pengguna, dengan outputditampilkan pada perangkat klien. Jika pengguna ingin
membuat dokumen mengguanakan pengolah kata, misalnya, cloud menyediakan
aplikasi yang cocok yang berjalan pada server yang manampilkan pekerjaan yang
dilakukan oleh pengg una pada layar web browser klien. Memori yang dialokasikan
untuk web browser sistem klien digunakan untuk membuat data aplikasi muncul di
layar sistem klien, tetapi semua perhitungan dan perubahan dicatat oleh server,
dan hasil akhir termasuk file yang dibuat atau diubah secara permanen disimpan
pada server cloud. Kinerja dari aplikasi cloud tergantung pada kecepatan akses
jaringan, dan kehandalan serta kecepatan pemrosesan perangkat klien. Sejak
layanan cloud berbasis web, bekerja pada berbagai platform, termasuk Linux,
Macintosh, dan komputer Windows. Ponsel Smart dan perangkat tablet dengan
Internet dan mengakses World Wide Web juga menyediakan layanan cloud untuk
telecommuting dan pengguna ponsel. Sebuah penyedia layanan mungkin mempunyai
kekuatan pemrosesan dari beberapa komputer remote dalam cloud untuk mencapai
tugas – tugas rutin seperti back up sejumlah besar data, pengolah kata, atau
pekerjaan komputasi secara intensif. Tugas – tugas ini biasanya mungkin sulit,
memakan waktu, atau mahal untuk pengguna individu atau perusahaan kecil untuk
menyelesaikan, terutama dengan sumber daya komputasi yang terbatas dan dana.
Dengan
komputasi cloud, klien hanya memerlukan komputer sederhana, seperti netbook,
dirancang dengan komputasi cloud dalam pikiran, atau bahkan smartphone, dengan
koneksi ke internet, atau jaringan perusahaan, dalam rangka untuk membuat
permintaan data dari cloud, maka istilah “perangkat lunak sebagai layanan”
(SaaS). Perhitungan dan peyimpanan dibagi antara komputer remote untuk
menangani volume besar dari kedua, sehingga klien tidak perlu membeli perangkat
keras mahal atau perangkat lunak untuk menangani tugas. Hasil dari tugas
pengolahan dikembalikan ke klien melalui jaringan, tergantung pada kecepatan
koneksi internet.
Kelebihan
Dan Kelemahan Cloud Computing
Ø
Kelebihan :
Sebagai suatu teknologi baru pasti mengundang pro dan
kontra, begitu juga dengancloud computing. Pro dan kontra tersebut terjadi
karena tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dari system teknologi
baru tersebut, berikut kelebihan dari Cloud Computing:
a. Kemudahan
Akses
Ini merupakan kelebihan yang paling menonjol dari cloud
computing, yaitu kemudahan akses. Jadi kita tidak perlu berada pada suatu
computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data
kita berada pada server cloud.
b. Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di atas, data yg kita perlukan
tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun
kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena
berada pada server cloud
c. Penghematan
(Tanpa investasi awal)
Pastinya dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan
bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan
investasi yang besar, baik berupa investasi hardware, software, maupun human
resources nya
d. Mengubah CAPEX
Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan
OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan
sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan
teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan pengeluaran modal,
sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational
e. Lentur dan
Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter cloud computing yaitu Rapid
Elasticity, maka ini juga merupakan salah 1 kelebihan cloud computing. Jadi
customer bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan
ini akan mempengaruhi cost yang mereka keluarkan
f. Fokus pada
bisnis bukan pada TI
Dengan mempercayakan semua pengelolaan seputar IT pada cloud
service provider, maka kita akan lebih focus pada bisnis kita bukan pada
pengelolaan IT nya.
Dengan banyaknya kelebihan di atas Cloud Computing juga
memeiliki kekurangan yaitu ketergantungan akan koneksi Internet. Sehingga
membutuhkan koneksi dengan kecepatan yang tinggi agar dapat
memanfaatkan(mengambil) file yang berukuran besar.
Selain itu kelebihan yang lain adalah;
a. Menghemat
biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
b. Bisa menghemat
waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan
cepat.
c. Membuat
operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang
tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
d. Menjadikan
kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
e. Mengehemat
biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem
informasi yang dibangun.
f. Integrasi
aplikasi dengan berbagai perangkat
Ø
Kelemahan
Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama
sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang
menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya.
Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing.
Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan
akan mengalami kerugian besar.
PENUTUPAN
KESIMPULAN
1. Inti Gagasan
Gagasan
penggunaan Cloud Computing ini pada dasarnya meliputi sejarah awal penggunaan
sistem cloud computing, sistem kerja yang ada pada cloud computing, serta
kelebihan yang terdapat pada cloud computing. Cloud computing menjadi jawaban
dari masalah ketidak praktisannya membawa storage devices kemanapun anda pergi.
Dengan adanya sistem Cloud Storage yang berbasis storage online anda dapat
membawa pekerjaan anda dengan mudah kemanapun anda inginkan, asalkan terdapat
jaringan internet maka kita dapat mengakses data tersebut kapan saja, karena
telah data kita telah tersimpan secara digital pada Cloud Storage.Sistem ini
dapat menunjang mobilitas kita dalam membawa data.
2. Prediksi
Keberhasilan Gagasan
Gagasan
cloud computing pada masa yang seperti ini, merupakan suatu solusi cerdas
dimana saat ini kebutuhan manusia akan data dalam bentuk digital semakin
banyak. Cloud computing memberikan kemudahan bagi masyarakat umum untuk
menyimpan data-data pekerjaan mereka dengan mudah tanpa harus mengeluarkan
biaya untuk membeli sebuah device storage, karena data mereka akan disimpan
secara online dalam cloud storage, dimana data akan disimpan dalam satu server
online. Dengan begini, pekerjaan manusia akan menjadi semakin mudah, dengan
kita menyimpan data pekerjaan di salah satu server cloud storage, maka kita
tidak perlu khawatir lagi ketika kita lupa untuk membawa storage device kita,
karena data pekerjaan tidak hanya akan
disimpan pada storage devices yang kita miliki, namun kita dapat menyimpan data
pekerjaan dalam cloud storage yang akan memudahkan kita ketika membawa data
tersebut, dan data tersebut akan aman.
Cloud storage akan diminati oleh banyak masyarakat dunia
karena kebutuhan manusia akan data semakin meningkat, dan manusia butuh sesuatu
yang lebih praktis, maka dengan adanya cloud storage terjawab sudah
permasalahan tersebut.
Jumat, 16 Maret 2018
Program Sentiment Analysis API Twitter Menggunakan R
Maret 16, 2018
Analisis sentimen merupakan proses klasifikasi dokumen tekstual ke dalam dua kelas, yaitu kelas sentimen positif dan negatif. Data opini diperoleh dari jejaring sosial berdasarkan query dalam Bahasa Indonesia atau bahasa lainnya.
Disini akan membahas bagaimana cara pembuatan program sentiment analysis pada API twitter menggunakan program R dengan tema "hate speech". pastikan telah mendownload dan menginstall program RStudio.
Buka program RStudio, lalu ketikan program dibawah ini :
install.packages('twitteR')
install.packages('RCurl')
install.packages('wordcloud')
install.packages('corpus')
install.packages('tm')
Pada program diatas kita install terlebih dahulu package - package yang dibutuhkan, selanjutnya yaitu kita aktifkan packages tersebut.
require(twitteR)
require(wordcloud)
require(corpus)
require(tm)
require(RCurl)
Untuk melakukan mining di twitter, erlebih dahulu mengirim secure authorized request ke twitter API, dengan cara masuk ke website https://apps.twitter.com/ lalu login dengan akun twitter kalian. pastikan twitter kalian telah diverifikasi nomer HP. Selanjutnya pilih Create New App, lalu isikan form yang tersedia
Setelah selesai membuat twitter apps, masuk ke tab bagian Keys and Access Token. lalu kalian akan mendapatkan kode API twitter kalian yang akan digunakan nantinya.
Kembali ke program R, masukan kode API kalian seperti dibawah ini (pastikan kalian terhubung dengan internet).
consumer_key <- 'isi dengan Consumer Key'
consumer_secret <- 'isi dengan Consumer Secret'
access_token <- 'isi dengan Access Token'
access_secret <- 'isi dengan Access Secret'
setup_twitter_oauth(consumer_key, consumer_secret, access_token, access_secret)
Jika tidak ada error, maka kalian telah berhasil menghubungkan API twitternya. Selanjutnya yaitu membuat variabel baru dan memanggil fungsi searchTwitter. kita isikan beberapa parameter yaitu kata kunci 'bangsat+tolol', lang = "id" dan isikan n dengan seberapa banyak data yang mau ditampilkan. contoh program seperti dibawah ini:
miningtweets <- searchTwitter('bangsat+tolol', lang="id", n=500,resultType="recent")
Sebelum kita menampilkan tweet, terlebih dahulu kita konversikan menjadi text dengan ketikan
miningtweets_text <- sapply(miningtweets,function(x) x$getText())
str(miningtweets_text)
Lalu kita akan coba tampilkan semua tweet yang kita mining, buat variable baru lalu panggil fungsi corpus dengan parameter variable yang kita buat sebelumnya
kasar_corpus <- Corpus(VectorSource(miningtweets_text))
inspect(kasar_corpus)
Selanjutnya kita akan membersihkan tweet dari elemen elemen yang tidak dibutuhkan seperti angka, spasi, dan hapus juga kata kunci yang tadi kita gunakan
katakasar_clear <- tm_map(kasar_corpus, removePunctuation)
katakasar_clear <- tm_map(katakasar_clear, removeNumbers)
katakasar_clear <- tm_map(katakasar_clear, stripWhitespace)
katakasar_clear <- tm_map(katakasar_clear, removeWords, c("Bangsat",Tolol"))
Setelah berhasil lalu kita akan tampilkan wordcloud, fungsi ini adalah fungsi dari R yang sangat menarik karena kita dapat menyusun kata kata menjadi sebuah susunan seperti awan
wordcloud(katakasar_clear)
Tambahan source code :
Menyusun kata dengan frekuensi terbanyak menjadi di tengah
wordcloud(katakasar_clear, random.order=F)
Memberikan warna
wordcloud(katakasar_clear, random.order=F, col=rainbow(50))
Membatasi jumlah kata
wordcloud(katakasar_clear, random.order=F, max.word=50)
Kelompok :
- Evan Nada Virgiawan
- Muhammad Asep Awaluddin
- Fajri Yusuf
- Muhammad Reza Sulaiman
Langganan:
Komentar (Atom)
